Selasa, 14 April 2015

mengenal sahabat perawi hadits



Mengetahui Para Sahabat
1.       Definisi Sahabat
a.       Menurut Bahasa: Sahabat itu bentuk mashdar yang berarti as-shuhbah (bersahabat). Dari situ muncul kata as-shahabi, as-shahib, bentuk jamaknya adalah ashhab. Yang banyak digunakan adalah kata as-shahabat, yang berarti ashhab (para sabahat).
b.      Menurut Istilah: Orang yang bertemu dengan Nabi SAW, muslim, dan meninggal dalam keadaan Islam, meski di masa hidupnya pernah murtad.

2.      Dengan Apa Pertemanan Para Sahabat DIkenal
Persahabatan mereka dapat diketahui melalui salah satu dari lima cara:
a.       Berita yang Mutawatir: Seperti Abu Bakar as-Shiddiq dan Umar bin Khaththab, dan 10 orang yang dijamin masuk surga.
b.      Popularitas: Seperti Dlimam bun Tsa’labah, ‘Ukasyah bin Mihshan.
c.       Berita dari sahabat
d.      Berita dari Tabi’in yang tsiqah.
e.       Berita dari dirinya sendiri asalkan dia adil, itupun selama pengakuannya memungkinkan.

3.      Yang terbanyak meriwayatkan hadits
Ada 6 orang sahabat yang banyak meriwayatkan hadits, yaitu:
a.       Abu Hurairah, yang meriwayatkan 5374 hadits. Dari beliau lebih dari 300 orang yang meriwayatkan.
b.      Ibnu Umar, yang meriwayatkan 2630 hadits.
c.       Anas bin Malik, yang meriwatkan 2286 hadits.
d.      Aisyah Ummul Mukminin, yang meriwayatkan 2210 hadits.
e.       Ibnu Abbas, yang meriwayatkan 1660.
f.       Jabir Abdullah, yang meriwayatkan 1540 hadits.

4.      Yang terbanyak berfatwa
Diriwayatkan bahwa yang palimg banyak berfatwah adalah Abdullah bin Abbas, kemudian para sahabat senior sebanyak enam orang- menurut Masruq, yaitu: Ujungnya ilmu para sahabat ada pada 6 orang yaitu, Umar, ali, Ubay bin Ka’ab, Zaid bin Tsabit, Abu Darda dan Ibnu Mas’ud; kemudian berakhir ilmu para sahabat itu pada diri Ali dan Abdullah bin Mas’ud.






5.      Siapa yang dimaksud dengan Abadilah
Yang dimaksud dengan Abadilah, pada dasarnya merupakan nama mereka, yaitu: Abdullah, berasal dari kalangan sahabat. Jumlah sahabat yang memakai nama itu sekitar 300 orang. Tetapi yang dimaksudkan disini ditunjukkan pada 4 orang sahabat saja, yang namanya Abdullah:
a.       Abdullah bin Umar
b.      Abdullah bin Abbas
c.       Abdullah bin Zubair
d.      Abdullah bin Amru bin al-Ash
Keistimewaan mereka, karena mereka itu adalah ulamanya para sahabat, yang wafatnya termasuk pada periode akhir sehingga kita perlu mengetahuinya. Keistimewaan dan popularitas mereka, apabila mereka sepakat dalam suatu perkara dalam bentuk fatwa, maka akan dikatakan sebagai qaul Abadilah (pendapat Abadilah).

6.      Jumlah Sahabat
Tidak ada perhitungan yang akurat mengenai jumlah para sahabat. Meski demikan ada pendapat ahli ilmu yang bisa dijadikan sebagai sandaran, bahwa mereka itu lebih daro 100.000 orang. Yang terkenal diantaranya adalah pernyataan Abu Zur’ah ar-Razi: Rasulullah saw meninggalkan para sahabat yang berjumlah 114.000 orang, dimana mereka adalah orang-orang yang meriwayatkan dan mendengar (hadits) beliau.

7.      Jumlah Thabaqat Sahabat
Terdapat perbedaan pendapat mengenai jumlah Thabaqat para sahabat. Diantara mereka dibuat kategori berdasarkan yang awal memeluk Islam, atau yang turut berhijrah, atau kesaksian mereka dalam berbagai peristiwa penting, dan berbagai pertimbangan lain. Pembagian-pembagian itu berdasarkan pendapat atau ijtihad para ulama.
a.       Ibnu Sa’ad membagi mereka dalam lima Thabaqat
b.      Al-Hakim membagi mereka dalam dua belas Thabaqat

8.      Sahabat yang utama
Sahabat yang paling utama adalah Abu Bakar as-Shiddiq, kemudian Umar ra. Ini berdasarkan Ijma (kesepakatan) ahli sunnah. Kemudian Utsman, lalu Ali. Ini menurut pendapat jumhur ahli sunnah. Kemudian 10 orang (yang dijamin masuk surga), lalu peserta perang Badar, setelah itu peserta perang Uhud, dan peserta Bai’at ar-Ridlwan.

9.      Yang pertama masuk Islam
a.       Dari kalangan lelaki yang merdeka: Abu Bakar as-Shiddiq ra.
b.      Dari kalangan anak-anak: Ali bin Abi Thalib
c.       Dari kalangan wanita: Khadijah Ummul Mukminin ra
d.      Dari kalangan maula (bekas budak): Zaid bin Haritsah
e.       Dari kalangan hamba sahaya: Bilal bin Rabah ra

10.  Kitab yang populer
a.       Al-Ishabah fi Tamyizi as-Shahabat, karya Ibnu Hajar al-Asqalani
b.      Usud al-Ghabah fi Ma’rifati as-Shahabah, karya Ali bin Muhmmad al-Jazri, yang populer dengan nama Ibnu al-Atsir
c.       Al-isti’ab fi Asma al-Ashhab, karya Ibnu Abdil Barr[1]

Mengetahui Para Tabi’in
1.      Definisi
a.       Menurut bahasa: at-Tabi’un merupakan bentuk jamak dari kata tabi’I atau tabi’. Tabi’ adalah ism fa’il dari kata tabi’ahu yang berarti berjalan dibelakangnya.
b.      Menurut istilah: orang yang berjumpa dengan sahabat, muslim dan meninggal dalam keadaan Islam. Dikatakan bahwa dia adalah teman dari sahabat.


2.      Thabaqat Tabi’in
Terdapat perbedaan pendapat mengenai thabaqat para tabi’in. Masing-masing ulama membagi-baginya berdasarkan pertimbangan tertentu.
a.       Imam Muslim membaginya jadi tiga thabaqat.
b.      Ibnu Sa’ad membaginya jadi empat thabaqat.
c.       Al-Hakim membaginya jadi lima belas thabaqat. Yang utama adalah orang-orang yang pernah berjumpa dengan sepuluh sahabat (yang dijamin masuk surga).

3.      Mukhadlramun
Jika satu orang disebut dengan mukhadlram. Mukhadlram adalah orang yang hidup dimasa jahiliyah, semasa dengan Nabi saw, memeluk Islam, namun tidak pernah berjumpa dengan beliau saw. Ada pendapat bahwa mereka itu termasuk tabi’in.
            Jumlah mereka sekitar dua puluh orang. Ini menurut pendapat Imam Muslim. Namun, yang benar adalah jumlahnya lebih banyak dari itu. Mereka itu diantaranya, Abu Utsman an-Nahdi dan Aswad bin Yazid an-Nakha’i.

4.      Fuqoha yang tujuh
Diantara tabi’in senior adalah fuqoha tujuh. Mereka ini merupakan ulama tabi’in yang paling senior. Semuanya penduduk madinah. Mereka itu adalah Sa’id bin Musayyab, Qasim bin Muhammad, Urwah bin Zubair, kharijah bin Zaid, Abu Salmah bin Abdurrahman, Ubaidillah bin Abdullah bin Utbah, dan Sulaiman bin Yassar.
5.      Tabi’in yang paling utama
Terdapat berbagai pendapat para ulama mengenai tabi’in yang paling utama. Namun yang populer adalah bahwa yang paling utama, Sa’id bin Musayyab. Menurut pendapat Abu Abdullah Muhammad bin Khafif as-Syairazi:
a.       Penduduk Madinah mengatakan: Sa’id bin Musayyan itu tabi’in yang paling utama.
b.      Penduduk Kufah mengatakan: Uwais al-Qarni.
c.       Penduduk Bashrah mengatakan: Hasan Bashri.

6.      Tabi’in Wanita Yang Paling Utama
Abu Bakar bin Abu Daun berkata: tabi’in wanita yang paling utama adalah Hafshah binti Sirin, dan Amrah binti Abdurrahman, disusul oleh Ummu Darda.

7.      Kitab yang Populer
Kitab Ma’rifatu at-Tabi’in, karya Abi Mathraf bin Futhais al-Andalusi.[2]


                [1] Mahmud Thahan, Ilmu Hadits Praktis, (Bogor: Pustaka Thariqul Izzah, 2013), hal. 257-261
[2] Mahmud Thahan, llmu Hadits Praktis, (Bogor: Pustaka Thariqul izzah, 2013), hal.262-264

Tidak ada komentar:

Posting Komentar